Sebaran
sampling adalah sebaran probabilitas yang menggambarkan nilai yang mungkin dari
sebuah sampel statistik (Agresti dan Finlay, 1997). Ketika data diperoleh dari
pengambilan sampel acak atau percobaan acak tak tentu, maka statistik merupakan
variabel acak yang tidak lagi mematuhi kaidah probabilitas. Hubungan antara
probabilitas dan data dibentuk oleh sebaran sampling statistik. Sebaran
sampling menunjukkan bagaimana statistik dapat bervariasi pada data yang
dihasilkan secara berulang. Setiap
metode statistik memiliki sebaran penarikan sampel yang merupakan salah satu tipe
dari sebaran probabilitas. Sebaran penarikan sampel tidak mengacu pada
pengamatan individual tetapi terhadap nilai statistik yang dihitung dari
pengamatan sampel ke sampel.
Sebaran
penarikan sampel mencerminkan keragaman penarikan sampel yang muncul dalam
proses pengumpulan data dan perhitungan nilai parameter. Ia berdasarkan pada n
pengamatan dari sebaran probabilitas yang dihitung secara statistik yang
didapatkan dari pengambilan sampel sebanyak n secara berulang, setiap kita
melakukan perhitungan nilai statistik. Secara teoritis bentuknya kita ketahui,
dengan itu kita dapat menyatakan bahwa nilai statistik untuk sebuah sampel dengan
jumlah sampel n konstan.
Nilai Mean Sebaran Penarikan Sampel
Nilai Mean Sebaran Penarikan Sampel
Kita
dapat memilih sampel acak sederhana sebesar n dari sebuah populasi, dan
mengukur variabel X pada setiap individu dalam sample. Data yang diperoleh
terdiri dari pengamatan variabel acak n X1,X2,...,Xn.
Xi adalah pengukuran terhadap sebuah variabel secara individu yang
dipilih secara acak dari populasi dan oleh karena itu Xi merupakan
variabel acak dengan sebaran probabilitas yang sama dengan sebaran probabilitas
variabel X. Jika populasi sampel yang digunakan relatif besar, maka dapat kita
asumsikan bahwa X1,X2,...,Xn adalah variabel
acak independen yang memiliki sebaran probabilitas sama. Inilah yang akan kita
jadikan sebagai model probabilitas untuk mengukur masing-masing variabel pada
sampel acak sederhana.
Dimana
X merupakan variabel acak, sedangkan n adalah jumlah/ukuran sampel.


Variabel
acak X memiliki keragaman seperti berikut:
Kemudian standar deviasi atau standar errornya
seperti berikut ini:
Mean
dan standar error X menunjukkan bahwa mean sampel X cenderung mendekati mean
populasi µ. Maka semakin besar sampel akan semakin akurat perhitungan
karakteristik dari suatu populasi.
Ilustrasi:
Jika
kita memiliki data sebaran normal pemakai parfum “tjap jahe” di kampung kapur
dengan mean µ=77, dan standar deviasi σ=14;
- Jika sampel acak kita ambil dari 58 responden, berapa probabilitas bahwa mean sampel X akan terletak para rentang 76 dan 78?
- Berapa probabilitas bahwa mean sampel X akan terletak kurang dari 76 jika sampel yang digunakan adalah 120 responden?
Clue:
Dari
ilustrasi di atas yang kita ketahui adalah; mean = 77; standar deviasi = 14, n
= 58.
Maka
nilai Ztabel (sebaran populasi menggunakan kurva sebaran Z, lihat disini) =
nilai aktual rentang – rentang populasi / standar error.
Perhitungan
probabilitas sampel acak X:
1. Pada
jumlah sampel acak 58 responden, pertama tama kita akan mencari nilai aktual
Ztabel untuk rentang 76 dan 78.
Nilai
Ztabel untuk 76 = 76 – 77 = -1/1,838 = -0,54, lihat di tabel Z hasilnya adalah
0,2946.
Nilai
Ztabel untuk 78 = 78 – 77 = 1/1,838 = 0,54, lihhat di tabel Z hasilnya adalah
0,7054.
Maka
pada rentang 76 – 78 probabilitasnya adalah 0,7054 – 0,2946 = 0,4108.
Maka
probabilitas mean sampel X untuk mendapatkan nilai Z antara -0,54 dan 0,54 adalah
0,4108 (41,08%).
2. Pada
jumlah sampel 120, maka probabilitas bahwa mean sampel akan terletak pada area
kurang 76
Nilai
Ztabel : 76 – 77 = -1/7,617 = -0,13,
lihat di tabel Z hasilnya adalah 0,448
Maka probabilitas mean
sampel X untuk memperoleh nilai Z < -0,13 adalah 0,448 (44.8%).
download versi pdf di bawah >>>
download versi pdf di bawah >>>
0 komentar:
Posting Komentar